Sabtu, 27 September 2025

STORYBOOK

Petualangan Akuntansi Ogin

Petualangan Akuntansi Ogin

LKS INTERAKTIF

LKS Interaktif - Jurnal Penyesuaian

LKS Interaktif Jurnal Penyesuaian

Mata Pelajaran: Akuntansi Dasar | Kelas XII

Tujuan Pembelajaran

  • Memahami konsep dan tujuan Jurnal Penyesuaian (Adjustment).
  • Menghitung dan mencatat Jurnal Penyesuaian untuk empat jenis akun utama (perlengkapan, beban dibayar di muka, pendapatan diterima di muka, dan penyusutan).

Langkah 1: Pilih Jalur Belajar Anda

Soal Pra-Asesmen

Jelaskan secara singkat mengapa Jurnal Penyesuaian harus dibuat pada akhir periode akuntansi, meskipun tidak ada transaksi kas yang terjadi?

Berdasarkan soal di atas, pilih jalur pengerjaan yang paling sesuai dengan tingkat pemahaman Anda saat ini.

INFOGRAFIS

Infografis: Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Panduan Visual untuk Siswa Akuntansi Dasar

Langkah 1: Analisis Transaksi & Jurnal Umum

🔍 Persamaan Dasar Akuntansi

Setiap transaksi bisnis harus menjaga keseimbangan persamaan ini. Ini adalah inti dari pencatatan berpasangan.

Aset = Liabilitas + Ekuitas

Aturan Debit & Kredit

Bertambah di DEBIT (+)

  • Aset
  • Beban
  • Prive

Bertambah di KREDIT (+)

  • Liabilitas (Utang)
  • Ekuitas (Modal)
  • Pendapatan

📒 Contoh Jurnal Umum

Mencatat transaksi secara kronologis. Misal: Menerima pendapatan jasa Rp 500.000 secara tunai.

Tanggal Keterangan Debit Kredit
27 Sep Kas 500.000
Pendapatan Jasa 500.000

Alur Proses Pencatatan

Transaksi Bisnis
Jurnal Umum
Buku Besar
Neraca Saldo

Data dari transaksi diproses secara berurutan, dari pencatatan harian di jurnal umum, dikelompokkan per akun di buku besar, hingga diringkas dalam neraca saldo untuk memastikan total debit dan kredit seimbang.

Langkah 3: Jurnal Penyesuaian (AJP)

Di akhir periode, kita perlu menyesuaikan beberapa akun agar laporan keuangan mencerminkan kondisi sebenarnya. Ini adalah kunci dari akuntansi berbasis akrual.

Perlengkapan Terpakai

Mencatat nilai perlengkapan yang sudah habis digunakan selama periode berjalan.

Contoh: Dari total perlengkapan Rp 1.000.000, yang terpakai adalah Rp 700.000.

Beban Dibayar di Muka

Mengakui bagian dari pembayaran di muka (misal: sewa) yang sudah menjadi beban.

Contoh: Sewa dibayar untuk 1 tahun (Rp 1.200.000), yang sudah jadi beban adalah 1 bulan (Rp 100.000).

Pendapatan Diterima di Muka

Mengakui pendapatan atas jasa yang telah selesai diberikan kepada pelanggan.

Contoh: Menerima pembayaran Rp 2.000.000 untuk 4 proyek, 3 proyek sudah selesai.

Langkah 4: Menyusun Laporan Keuangan

Inilah hasil akhir dari siklus akuntansi, yang memberikan informasi penting tentang kinerja dan posisi keuangan perusahaan.

1. Laporan Laba Rugi

Pendapatan - Beban

Menunjukkan apakah perusahaan untung atau rugi.

2. Laporan Perubahan Modal

Modal Awal + Laba Bersih

Menunjukkan perubahan modal pemilik.

3. Neraca

Aset = Liabilitas + Ekuitas

Menunjukkan posisi keuangan pada akhir periode.

Visualisasi Keseimbangan Neraca

Laporan neraca harus selalu seimbang. Total Aset harus sama dengan total Liabilitas ditambah Ekuitas. Bagan ini menunjukkan contoh neraca yang seimbang.

© 2025 Infografis Akuntansi Dasar. Dirancang untuk pembelajaran.

QUIZ INTERAKTIF

Kuis Interaktif Akuntansi Perusahaan Jasa

Kuis Akuntansi Perusahaan Jasa

Uji pemahaman Siklus Akuntansi Kelas XII SMA.

MODUL AJAR AKUNTANSI

Infografis Modul Ajar: Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Modul Ajar: Siklus Akuntansi

Visualisasi Rencana Pembelajaran untuk Kelas XII - Perusahaan Jasa

Gambaran Umum Modul

1x

Pertemuan

90

Menit Alokasi Waktu

Problem-Based

Model Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran

Fokus utama pembelajaran ini terbagi menjadi dua kompetensi inti: kemampuan analisis konseptual dan keterampilan praktik dalam pencatatan transaksi.

Profil Pelajar Pancasila

Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan dua dimensi utama dari Profil Pelajar Pancasila, mendorong kemandirian dan pemikiran kritis.

🧍

Mandiri

Mampu mengidentifikasi dan mencatat transaksi secara individual.

🧠

Bernalar Kritis

Mampu menganalisis pengaruh transaksi pada posisi Debit dan Kredit.

Alur Kegiatan Pembelajaran (90 Menit)

Pendahuluan (10 Menit)

Apersepsi, motivasi melalui pertanyaan pemantik, dan penyampaian tujuan pembelajaran.

Kegiatan Inti (70 Menit)

1. Identifikasi Masalah (15'):

Siswa mengidentifikasi jenis transaksi dari studi kasus pada LKPD.

2. Analisis Transaksi (20'):

Dibimbing guru, siswa menentukan akun dan posisi Debit/Kredit.

3. Mencatat (25'):

Siswa bekerja dalam kelompok untuk mencatat transaksi ke Jurnal Umum.

4. Presentasi & Verifikasi (10'):

Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil, diikuti umpan balik dan penguatan konsep.

Penutup (10 Menit)

Menyimpulkan materi, melakukan refleksi pembelajaran, dan memberikan tugas tindak lanjut.

Distribusi Waktu Pembelajaran

Sebagian besar waktu dialokasikan untuk kegiatan inti berbasis masalah, memastikan keterlibatan siswa yang mendalam dan pemahaman praktis.

Metode Penilaian

Penilaian dilakukan secara komprehensif, mencakup observasi selama proses pembelajaran (formatif) dan evaluasi hasil akhir (sumatif).

✨ Asisten Guru AI

Butuh soal latihan baru? Gunakan kekuatan AI untuk membuat studi kasus singkat secara instan. Setelah itu, Anda bisa langsung membuat kuis berdasarkan kasus tersebut.

Hasil studi kasus akan muncul di sini...

Konsep Kunci: Kaidah Debit & Kredit

Dasar dari pencatatan akuntansi adalah memahami bagaimana setiap transaksi mempengaruhi saldo normal akun. Aturan ini adalah fondasi untuk menyusun jurnal umum yang akurat.

Jenis Akun Bertambah (+) Berkurang (-) Saldo Normal
Aset (Harta) Debit Kredit Debit
Beban Debit Kredit Debit
Utang Kredit Debit Kredit
Modal Kredit Debit Kredit
Pendapatan Kredit Debit Kredit

Disusun oleh: Widar Apriani, S.Pd | SMA Negeri 02 Bombana

Tahun Ajaran 2025/2026

1

UK-I MAPEL Ekonomi Kelas 12

2