Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
Panduan Visual untuk Siswa Akuntansi Dasar
Langkah 1: Analisis Transaksi & Jurnal Umum
🔍 Persamaan Dasar Akuntansi
Setiap transaksi bisnis harus menjaga keseimbangan persamaan ini. Ini adalah inti dari pencatatan berpasangan.
Aset = Liabilitas + Ekuitas
Aturan Debit & Kredit
Bertambah di DEBIT (+)
- Aset
- Beban
- Prive
Bertambah di KREDIT (+)
- Liabilitas (Utang)
- Ekuitas (Modal)
- Pendapatan
📒 Contoh Jurnal Umum
Mencatat transaksi secara kronologis. Misal: Menerima pendapatan jasa Rp 500.000 secara tunai.
| Tanggal | Keterangan | Debit | Kredit |
|---|---|---|---|
| 27 Sep | Kas | 500.000 | |
| Pendapatan Jasa | 500.000 |
Alur Proses Pencatatan
Data dari transaksi diproses secara berurutan, dari pencatatan harian di jurnal umum, dikelompokkan per akun di buku besar, hingga diringkas dalam neraca saldo untuk memastikan total debit dan kredit seimbang.
Langkah 3: Jurnal Penyesuaian (AJP)
Di akhir periode, kita perlu menyesuaikan beberapa akun agar laporan keuangan mencerminkan kondisi sebenarnya. Ini adalah kunci dari akuntansi berbasis akrual.
Perlengkapan Terpakai
Mencatat nilai perlengkapan yang sudah habis digunakan selama periode berjalan.
Contoh: Dari total perlengkapan Rp 1.000.000, yang terpakai adalah Rp 700.000.
Beban Dibayar di Muka
Mengakui bagian dari pembayaran di muka (misal: sewa) yang sudah menjadi beban.
Contoh: Sewa dibayar untuk 1 tahun (Rp 1.200.000), yang sudah jadi beban adalah 1 bulan (Rp 100.000).
Pendapatan Diterima di Muka
Mengakui pendapatan atas jasa yang telah selesai diberikan kepada pelanggan.
Contoh: Menerima pembayaran Rp 2.000.000 untuk 4 proyek, 3 proyek sudah selesai.
Langkah 4: Menyusun Laporan Keuangan
Inilah hasil akhir dari siklus akuntansi, yang memberikan informasi penting tentang kinerja dan posisi keuangan perusahaan.
1. Laporan Laba Rugi
Pendapatan - Beban
Menunjukkan apakah perusahaan untung atau rugi.
⤵
2. Laporan Perubahan Modal
Modal Awal + Laba Bersih
Menunjukkan perubahan modal pemilik.
⤵
3. Neraca
Aset = Liabilitas + Ekuitas
Menunjukkan posisi keuangan pada akhir periode.
Visualisasi Keseimbangan Neraca
Laporan neraca harus selalu seimbang. Total Aset harus sama dengan total Liabilitas ditambah Ekuitas. Bagan ini menunjukkan contoh neraca yang seimbang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar