Membedah Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
Sebuah panduan visual langkah-demi-langkah, mulai dari pencatatan transaksi hingga penutupan buku.
Alur Proses 11 Langkah
Siklus akuntansi adalah proses yang berulang. Berikut adalah alur lengkap yang dibagi menjadi dua tahap utama, disajikan menggunakan HTML dan Tailwind CSS.
1. Pengertian Akuntansi
2. Persamaan Akuntansi
3. Jurnal Umum (Jurnal)
4. Posting ke Buku Besar
5. Neraca Saldo
6. Jurnal Penyesuaian (AJP)
7. Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
8. Laporan Keuangan
9. Jurnal Penutup
10. Neraca Saldo Setelah Penutupan
11. Jurnal Pembalik (Opsional)
Komposisi Siklus
Siklus 11 langkah ini dibagi menjadi dua tahap utama: pencatatan awal dan pengikhtisaran akhir.
Output Utama (Langkah 8)
Hasil akhir dari siklus adalah Laporan Keuangan, yang memberikan gambaran kesehatan finansial perusahaan.
Tahap A: Pencatatan dan Penggolongan
1. Pengertian Akuntansi
Proses identifikasi, pencatatan, penggolongan, peringkasan, pengolahan, dan penyajian informasi ekonomi untuk pengambilan keputusan.
Contoh:
Salon mencatat penerimaan tunai (Pendapatan Jasa), pembayaran gaji (Beban Gaji), dan pembelian peralatan (Aset).
2. Persamaan Akuntansi
Hubungan fundamental bahwa total Harta (Aset) selalu sama dengan total Utang (Kewajiban) ditambah Modal (Ekuitas).
Formula:
$$ Harta = Utang + Modal $$
Contoh:
Jika total Kas dan Peralatan adalah Rp20.000.000, maka total Utang dan Modal juga harus Rp20.000.000.
3. Jurnal Umum (Jurnal)
Catatan kronologis pertama dari semua transaksi keuangan, mencakup akun Debit dan Kredit.
Contoh:
**Transaksi:** Menerima tunai Rp500.000 atas jasa.
**Jurnal:** Kas (D) Rp500.000, Pendapatan Jasa (K) Rp500.000.
4. Posting ke Buku Besar
Proses memindahkan dan menggolongkan semua transaksi dari Jurnal Umum ke akun masing-masing di Buku Besar.
Contoh:
Saldo Debit Rp500.000 pada akun Kas di Jurnal Umum dipindahkan ke sisi Debit di Buku Besar akun Kas.
5. Neraca Saldo
Daftar yang berisi semua akun dan saldo akhirnya di Buku Besar pada akhir periode, digunakan untuk menguji keseimbangan Debit dan Kredit.
Contoh:
Total Debit pada Neraca Saldo adalah Rp50.000.000, dan total Kredit juga Rp50.000.000.
6. Jurnal Penyesuaian (AJP)
Jurnal yang dibuat di akhir periode untuk menyesuaikan saldo akun tertentu agar mencerminkan kondisi sebenarnya (prinsip akrual).
Contoh:
**Kasus Sewa 1 Tahun:** Beban Sewa (D) Rp12.000.000, Sewa Dibayar di Muka (K) Rp12.000.000 (untuk mengakui sewa yang sudah terpakai).
Tahap B: Pengikhtisaran dan Penutup
7. Neraca Saldo Stlh. Penyesuaian
Daftar saldo akun setelah ditambahkan penyesuaian dari AJP, menjadi dasar penyusunan Laporan Keuangan.
Contoh:
Saldo akun Kas yang tidak terpengaruh penyesuaian tetap Rp10.000.000 (Debit).
8. Laporan Keuangan
Hasil akhir yang menyajikan informasi kinerja dan posisi keuangan (Laporan Laba Rugi, Perubahan Modal, Neraca, Laporan Arus Kas).
Contoh:
**Laporan Laba Rugi:** Pendapatan Rp20.000.000 - Beban Rp15.000.000 = Laba Bersih Rp5.000.000.
9. Jurnal Penutup
Jurnal yang dibuat untuk menolkan saldo akun-akun sementara (Pendapatan, Beban, Prive) agar siap untuk periode berikutnya.
Contoh:
**Menutup Pendapatan:** Pendapatan Jasa (D) Rp20.000.000, Ikhtisar Laba Rugi (K) Rp20.000.000.
10. Neraca Saldo Stlh. Penutupan
Daftar akun yang hanya berisi akun permanen (Aset, Kewajiban, Modal) dengan saldo akhirnya setelah Jurnal Penutup.
Contoh:
Akun Pendapatan Jasa bersaldo **Rp0**, sedangkan akun Kas menunjukkan saldo akhirnya (misalnya Rp15.000.000).
11. Jurnal Pembalik (Opsional)
Jurnal yang dibuat di awal periode berikutnya untuk membalik AJP tertentu guna menyederhanakan pencatatan transaksi di periode baru.
Contoh:
**AJP:** Beban Gaji (D) Rp1.000.000, Utang Gaji (K) Rp1.000.000.
**Pembalik:** Utang Gaji (D) Rp1.000.000, Beban Gaji (K) Rp1.000.000.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar