Jumat, 31 Oktober 2025

Alur Proses Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Infografis Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Membedah Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Sebuah panduan visual langkah-demi-langkah, mulai dari pencatatan transaksi hingga penutupan buku.

Alur Proses 11 Langkah

Siklus akuntansi adalah proses yang berulang. Berikut adalah alur lengkap yang dibagi menjadi dua tahap utama, disajikan menggunakan HTML dan Tailwind CSS.

Mulai: Identifikasi Transaksi
Tahap Pencatatan

1. Pengertian Akuntansi

Tahap Pencatatan

2. Persamaan Akuntansi

Tahap Pencatatan

3. Jurnal Umum (Jurnal)

Tahap Pencatatan

4. Posting ke Buku Besar

Tahap Pencatatan

5. Neraca Saldo

Tahap Pencatatan

6. Jurnal Penyesuaian (AJP)

Tahap Pengikhtisaran

7. Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Tahap Pengikhtisaran

8. Laporan Keuangan

Tahap Pengikhtisaran

9. Jurnal Penutup

Tahap Pengikhtisaran

10. Neraca Saldo Setelah Penutupan

Tahap Pengikhtisaran

11. Jurnal Pembalik (Opsional)

Selesai: Siklus Dimulai Kembali

Komposisi Siklus

Siklus 11 langkah ini dibagi menjadi dua tahap utama: pencatatan awal dan pengikhtisaran akhir.

Output Utama (Langkah 8)

Hasil akhir dari siklus adalah Laporan Keuangan, yang memberikan gambaran kesehatan finansial perusahaan.

Tahap A: Pencatatan dan Penggolongan

1. Pengertian Akuntansi

Proses identifikasi, pencatatan, penggolongan, peringkasan, pengolahan, dan penyajian informasi ekonomi untuk pengambilan keputusan.

Contoh:

Salon mencatat penerimaan tunai (Pendapatan Jasa), pembayaran gaji (Beban Gaji), dan pembelian peralatan (Aset).

2. Persamaan Akuntansi

Hubungan fundamental bahwa total Harta (Aset) selalu sama dengan total Utang (Kewajiban) ditambah Modal (Ekuitas).

Formula:

$$ Harta = Utang + Modal $$

Contoh:

Jika total Kas dan Peralatan adalah Rp20.000.000, maka total Utang dan Modal juga harus Rp20.000.000.

3. Jurnal Umum (Jurnal)

Catatan kronologis pertama dari semua transaksi keuangan, mencakup akun Debit dan Kredit.

Contoh:

**Transaksi:** Menerima tunai Rp500.000 atas jasa.
**Jurnal:** Kas (D) Rp500.000, Pendapatan Jasa (K) Rp500.000.

4. Posting ke Buku Besar

Proses memindahkan dan menggolongkan semua transaksi dari Jurnal Umum ke akun masing-masing di Buku Besar.

Contoh:

Saldo Debit Rp500.000 pada akun Kas di Jurnal Umum dipindahkan ke sisi Debit di Buku Besar akun Kas.

5. Neraca Saldo

Daftar yang berisi semua akun dan saldo akhirnya di Buku Besar pada akhir periode, digunakan untuk menguji keseimbangan Debit dan Kredit.

Contoh:

Total Debit pada Neraca Saldo adalah Rp50.000.000, dan total Kredit juga Rp50.000.000.

6. Jurnal Penyesuaian (AJP)

Jurnal yang dibuat di akhir periode untuk menyesuaikan saldo akun tertentu agar mencerminkan kondisi sebenarnya (prinsip akrual).

Contoh:

**Kasus Sewa 1 Tahun:** Beban Sewa (D) Rp12.000.000, Sewa Dibayar di Muka (K) Rp12.000.000 (untuk mengakui sewa yang sudah terpakai).

Tahap B: Pengikhtisaran dan Penutup

7. Neraca Saldo Stlh. Penyesuaian

Daftar saldo akun setelah ditambahkan penyesuaian dari AJP, menjadi dasar penyusunan Laporan Keuangan.

Contoh:

Saldo akun Kas yang tidak terpengaruh penyesuaian tetap Rp10.000.000 (Debit).

8. Laporan Keuangan

Hasil akhir yang menyajikan informasi kinerja dan posisi keuangan (Laporan Laba Rugi, Perubahan Modal, Neraca, Laporan Arus Kas).

Contoh:

**Laporan Laba Rugi:** Pendapatan Rp20.000.000 - Beban Rp15.000.000 = Laba Bersih Rp5.000.000.

9. Jurnal Penutup

Jurnal yang dibuat untuk menolkan saldo akun-akun sementara (Pendapatan, Beban, Prive) agar siap untuk periode berikutnya.

Contoh:

**Menutup Pendapatan:** Pendapatan Jasa (D) Rp20.000.000, Ikhtisar Laba Rugi (K) Rp20.000.000.

10. Neraca Saldo Stlh. Penutupan

Daftar akun yang hanya berisi akun permanen (Aset, Kewajiban, Modal) dengan saldo akhirnya setelah Jurnal Penutup.

Contoh:

Akun Pendapatan Jasa bersaldo **Rp0**, sedangkan akun Kas menunjukkan saldo akhirnya (misalnya Rp15.000.000).

11. Jurnal Pembalik (Opsional)

Jurnal yang dibuat di awal periode berikutnya untuk membalik AJP tertentu guna menyederhanakan pencatatan transaksi di periode baru.

Contoh:

**AJP:** Beban Gaji (D) Rp1.000.000, Utang Gaji (K) Rp1.000.000.
**Pembalik:** Utang Gaji (D) Rp1.000.000, Beban Gaji (K) Rp1.000.000.

Infografis ini dibuat berdasarkan data dari `siklus_akuntansi_jasa.md`.

Dibuat menggunakan HTML, Tailwind CSS, dan Chart.js. Tidak ada SVG atau Mermaid.js yang digunakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1

UK-I MAPEL Ekonomi Kelas 12

2